Dikejar = Berlari

kebahagiaan tidak dapat dikejar…

.

Kata-kata di atas saya dapat waktu baca suatu bab yang isinya mengenai Viktor Frankl. Waktu itu saya sedang iseng saja membaca beberapa bab dari satu buku secara acak. Ternyata saya mendapatkan satu bab yang saya suka dan membacanya membuat tersadar akan masalah saya pribadi. Sebenarnya salah satu dosen saya pernah mengungkapkan tentang hal ini beberapa tahun sebelum saya temukan sendiri, tapi terlupakan begitu saja.

Selama ini terlalu banyak hal yang dikejar tapi tidak juga bisa diraih. Ada hal yang bisa diraih dengan mudah, tapi kenapa untuk hal lainnya sangat sulit. Padahal saya yakin bahwa, saya layak untuk mendapatkannya karena saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Hal itu justru membuat kesal dan frustrasi. Saya selalu sadar ada Allah, tapi saya belum paham tentang ikhlas makanya kadang saya jadi terlalu berambisi dan kesal jika tidak kesampaian. Saya berdoa setiap hari untuk meminta, tapi tidak selalu menghayati hidup yang diberikan oleh-Nya. Mengejar sesuatu yang kita inginkan, kadang jadi lupa bersyukur dengan apa yang kita terima.

Seperti waktu mengerjakan skripsi. Saya sempat bolos dari bimbingan skripsi karena merasa stres dengan tulisan saya yang kacau balau. Kemudian saya dapat semangat lagi untuk mengerjakan skripsi dan membuat target untuk sidang di bulan Oktober. Target itu membuat saya jadi bekerja keras, bahkan membuat tekanan yang berat pada saya karena kenyataan tidak semulus bayangan saya. Saat itu benar-benar sulit, semakin saya berjuang semakin banyak penghalang. Dosen pembimbing saya beberapa kali menunda untuk membimbing saya dan dosen pembimbing kedua juga sulit untuk ditemui. Rasanya sangat berat, hingga pada akhirnya saya melepaskan target saya. Teryata saat saya melepaskan ambisi semua berjalan lebih mengalir. Kedua dosen pembimbing saya pada akhirnya memberikan kemudahan, bahkan saat revisi setelah sidang hanya sekali bertemu langsung oke. Walaupun harus sidang bulan November.

Ada lagi cerita waktu ikut lomba fanfiction berhadiah album original Super Junior. Saat itu saya melepaskan diri saya untuk menulis cerita yang romantis, membuat akun twitter, dan membuat cerita di sela-sela waktu. bahkan saya menulis dengan membuang pola pikir saya biasanya kaku. Saya berusaha untuk jadi seorang gadis yang jatuh cinta, walaupun saya jijik sendiri. Saya ingin sekali menang lomba itu, tapi di satu sisi juga pasrah dengan usaha yang telah saya lakukan. Saat itu pengumuman lomba molor, saya jadi khawatir kalau lomba itu tidak beres. Tapi dipikiran saya saat itu hanya, “saya sudah berusaha dan berdoa, kalau memang rejeki pasti dapat.” Ternyata pengumuman pemenang dilakukan saat saya hampir melupakan perlombaan itu dan saya menang.

Kita memang harus punya tujuan, cita-cita, dan harapan yang kita bayangkan. Tapi hidup kita bukan hanya tentang mewujudkan semua itu menjadi kenyataan. Alam ekspetasi dan kenyataan berbeda, kenyataan selalu punya caranya sendiri. Jangan marah dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Hanya lakukan saja prosesnya, lalu temukan kebahagian di situ. Syukuri setiap tahap yang kita jalani dengan menjalaninya dengan semangat dan rasa ikhlas. Lakukan saja yang terbaik, Allah pasti menjawab dengan yang paling tepat.

Saya akan berusaha…

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s