Aku Senang, Kamu Kesal?

Tugasku belum selesai tapi aku sudah bosan. Sepertinya lebih menarik mengerjai gadis yang duduk di sebelahku, daripada mengerjakan tugas. Kurebut pensil dari tangannya.

“Dio, pensil.” Tangannya menengadah sambil melihatku tajam sampai alisnya bertaut. Bukannya aku kembalikan, pensil itu malah aku mainkan. Menekan kepalanya sampai grafit keluar memanjang mirip suntikan. Dia tambah kesal dan memanggilku dengan nada tinggi, ditambah omelan cempreng dan cubitan di tanganku. Kupingku sakit, tanganku juga, tapi aku senang membuatnya kesal.

Sampai akhirnya dia menyerah, melipat tangannya dengan kesal. “Kalo kamu bercanda terus, kapan selesainya?!”

“Nggak apa-apa, jadikan kita bisa lebih lama berduaan,” godaku sambil tersenyum genit. Mukanya memerah. Entah karena malu atau makin marah. “Makanya mintanya yang sopan, ‘Sayang balikin pensilnya dong,’ gitu!”

“Ish, sekelompok sama pacar malah bikin darah tinggi!”

.

End

.

#FiksiLaguku _ Call Me Baby – EXO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s