Rational Emotive Therapy

Rational Emotive Therapi (RET)

 

Terapi Rasional Emotif atau Rational Emotive Therapy (RET) adalah pendekatan terapi yang dikemukakan oleh Albert Ellis.  RET adalah aliran psikoterapi yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi, baik untuk berpikir rasional dan jujur maupun untuk berpikir irasional dan jahat. RET menegaskan bahwa manusia memiliki sumber-sumber yang tak terhingga bagi aktualisasi potensi-potensi dirinya dan bisa mengubah ketentuan-ketentuan pribadi dan masyarakatnya. RET juga menekankan bahwa manusia berpikir, beremosi, dan bertindak secara simultan. Tujuan dari RET adalah membantu klien untuk membebaskan dirinya sendiri dari gejala-gejala yang dilaporkan dan yang tidak dilaporkan kepada terapis. 

Proses trapeutik terdiri atas penyembuhan irasionalitas dengan cara rasionalitas. Pada dasarnya individu adalah makhluk sosial dan karena sumber ketidakbahagiaannya adalah irasionalitas, maka individu bisa mencapai kebahagiaan dengan belajar berpikir rasional. Sebagian besar dari proses terapi adalah belajar-mengajar. Sasaran terapi ini adalah untuk menjadikan klien menginternalisasi suatu filsafat hidup yang rasional sebagaimana klien menginternalisasi keyakinan-keyakinan dogmatis yang irasional dan takhayul yang berasal dari orang tua muaupun kebudayaan.

Terapis memiliki beberapa tugas dalam proses terapi. Pertama, terapis menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinan-keyakinan irasionalnya, menunjukkan  bagaimana klien mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikapnya, dan menunjukkan secara kognitif bahwa klien sudah banyak memasukkan kata-kata ‘sebaiknya’, ‘mestinya’, atau ‘seharusnya’. Kedua, terapis membawa klien ke seberang tahap kesadaran dengan menunjukkan bahwa dia sekarang mempertahankan gangguan-gangguan emosional untuk tetap aktif dengan terus-menerus berpikir secara tidak logis dan dengan mengulang-ulang kalimat yang mengalahkan diri, dan yang mengekalkan pengaruh masa kanak-kanak. Ketiga, terapis membantu klien memahami hubungan antara gagasan-gagasan yang mengalahkan diri dan filsafat-filsafatnya yang tidak realistis yang menjurus kepada lingkaran setan proses penyalahan diri. Terakhir, terrapis menantang klien untuk mengembangkan filsafat-filsafat hidup yang rasional sehingga klien bisa menghindari kemungkinan menjadi korban keyakinan-keyakinan yang irasional. Selama terpi, terapis memainkan peran sebagai model yang tidak terganggu secara emosional dan yang hidup secara rasional.

Teknik RET yang esensial adalah mengajar secara aktif-direktif. Segera setelah terapi dimulai, terapis memainkan peran sebagai pengajar yang aktif untuk mereedukasi klien. RET adalah proses didaktik dan karena itu terapi ini menekankan metode-metode kognitif. Ellis (dalam Corey, 2003) menunjukkan bahwa penggunaan metode-metode terapi tingkah laku seperti pelaksanaan pekerjaan rumah, desensitiasi, pengondisian operan, hipnoterapi, dan latihan asertif cenderung digunakan secara aktif direktif di mana terapis lebih banyak berperan sebagai guru ketimbang sebagai pasangan yang berelasi secara intens.

Dengan tugas rumah yang diberikan klien dapat mempraktekan tingkah laku baru dan membantu mereka dalam proses pengondisian ulang. Namun, kekurangan dari terapi ini adalah kerusakan psikologis kemungkinan besar terjadi karena terapis memiliki kekuatan besar yang dihasilkan oleh sikap persuasive dan direktif.

Penerapan terapi ini dapat dilakukan secara individual maupun secara kelompok. Dalam penerapan secara individual sesi terapi dilakukan setiap minggu, dengan jumlah sesi antara lima sampai lima puluh sesi. Sedangkan secara kelompok biasanya dilakukan setiap akhir pekan.

 

Sumber :

Correy, Gerald. 2003. Teori dan praktek dari konseling dan psikoterapi. Edisi ke 4. Diterjemahkan oleh : E. Koeswara. Bandung : Refika Aditama.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s