Terapi Eksistensial

Terapi Eksistensial

Tugas Mata Kuliah : Psikoterapi

Menurut pandangan eksistensialis, manusia mampu akan dirinya sendiri, yaitu kapasitas yang membedakan diri kita dengan makhluk lain. Kita adalah makhluk bebas yang bertanggung jawab dalam memilih cara hidup kita, sehingga nasib kita berada di tangan kita sendiri. Kesadaran akan adanya kebebasan dan tanggung jawab tersebut terkadang menimbulkan kecemasan eksistensial. Kita mengetahui bahwa pilihan ada ditangan kita, meskipun belum mengetahui bagaimana akhirnya (tanpa ada kepastian), hal tersebutlah yang membuat kita cemas.

Eksistensialisme berpendapat bahwa orang tidak bisa melarikan diri dari kebebasan, dalam arti bahwa kita dituntut untuk selalu memikul tanggung jawab. Banyak orang yang takut memikul beban tanggung jawab untuk menjadi orang yang dikehendaki. Terapi eksistensial berusaha agar klien bisa keluar dari belenggu yang kuat itu dan mau menantang kecenderungan mereka yang sempit dan bersifat memaksa, yang merupakan ganjalan dari kebebasan mereka.

 Terapi eksistensial menolong klien untuk bisa menghadapi kecemasan memilih untuk diri sendiri dan kemudian menerima realitas bahwa mereka itu lebih dari sekedar korban dari kekuatan yang ada di luar diri mereka. Tujuannya adalah agar klien mampu melakukan tindakan yang berdasarkan pada tujuan otentik bagi terciptanya eksistensi bermutu.Tugas terapi eksistensial adalah mengajar klien mendengarkan apa yang telah mereka ketahui tentang diri mereka sendiri, meskipun mereka mungkin tidak memperhatikan apa yang telah mereka ketahui.

Terapis memahami dunia subjektif klien agar bisa menolongnya untuk bisa sampai pada pemahaman pada pilihan-pilihan baru. Fokusnya adalah pada situasi hidup klien pada saat itu, dan bukan pada menolong klien agar bisa sembuh dari situasi masa lalu. Terapis eksistensial biasanya menangani orang-orang yang memiliki kesadaran terbatas tentang dirinya sendiri dan biasanya tidak bisa melihat sifat problema yang dihadapinya secara jelas. Mereka cenderung untuk merasa terjebak dan tidak berdaya. Terapis harus mampu mengkonfrontasikan klien dengan cara hidup mereka dalam keberadaan terbatas ini dan menolong mereka untuk menyadari bahwa mereka sendiri ikut berperan dalam kondisi semacam itu. Misalnya, terapis memberikan sebuah cermin kepada klien sehingga klien dapat berkonfrontasi dengan dirinya sendiri. Klien harus aktif dalam proses terapi, mereka diharapkan dapat menentukan rasa takut, rasa bersalah dan kecemasan apa yang dirasakan.

Ada tiga tahap dalam proses konseling eksistensial. Pertama terapis membantu klien dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Pada tahap kedua, klien didorong semangatnya untuk lebih dalam lagi meneliti sumber dan otoritas dari system nilai mereka. Tahap akhir, berfokus untuk membantu klien untuk dapat melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka sendiri.

Kelebihan dari terapi ini adalah adanaya penekanan pada kualitas manusia pada hubungan terapeutik, sehingga mengurangi kemungkinan menjadikan psikoterapi tidak manusiawi dengan membuat prosesnya mekanis. Terapi eksistensial memiliki sedikit asumsi dasar, dapat dijangkau (asumsinya didasarkan pada data yang bisa dialami melalui pandangannya terhadap pengalaman mereka sendiri), dan ini merupakan model yang berdasar humanistic yang konsisten dengan nilai usaha terapi. Namun ada kekurangan dari metode ini, yaitu sering kali dikatakan tidak memiliki pernyataan yang sistematis mengenai prinsip dan praktek psikoterapi, tidak memiliki metode yang tegas, dan kemungkinan tidak efektif untuk klien yang memiliki kasus gangguan yang serius.

 

Sumber :

Correy, Gerald. 1995. Teori dan praktek dari konseling dan psikoterapi. Edisi ke 4. Diterjemahkan oleh : Drs. Mulyarto. Semarang : IKIP Semarang Press.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s