TERAPI PSIKOANALISIS

Tugas Mata Kuliah : Psikoterapi

Terapi Psikoanalisis

Psikoterapi bertujuan untuk membantu klien menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Ada beberapa macam jenis terapi, salah satunya adalah terapi psikoanalisis. Psikoanalisis merupakan konsep yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Konsep ini mengungkapkan tahapan psikoseksual yang terjadi dalam kehidupan individu. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut, anal, oral, falik, laten, dan genital. Selain itu Freud juga terkenal dengan konsep mengenai stuktur ego.

Terapi psikoanalisis sendiri lebih banyak menggunakan metode di mana klien mengungkapkan materi yang berada dalam alam bawah sadar yang bisa ditangani. Fokusnya terutama pada pengalaman di masa kanak-kanak yang dibahas, direkonstruksi, diinterpretasi dan dianalisis. Terapi psikoanalisis dapat berjalan dengan baik bila terapis dapat menjalin hubungan yang transferens dengan klien. Yang dimaksud dengan hubungan yang transferens adalah hubungan di mana klien dapat menyampaikan mengenai perasan dan khayalannya, baik itu yang positif maupun negatif. Dalam proses transferensi klien menjalin kelekatan dengan terapisnya.

Terapis memiliki kepedulian untuk membantu klien mendapatkan kesadaran diri, kejujuran, hubungan antar pribadi yang efektif, menangani kecemasan dengan cara yang realistic, dan mengontrol perilaku yang implusif dan irasional. Sasaran terapi ini adalah untuk menjadikan klien yang tadinya tidak sadar menjadi sadar dan memperkokoh ego sehingga perilaku lebih didasarkan pada hal yang nyata.

Untuk menjalani terapi ini harus ada kemauan dari klien untuk datang pada terapis karena terapi ini membutuhkan proses yang intensif dan berjangka panjang. Pada beberapa sesi pertemuan awal klien akan melakukan proses tatap muka dengan terapis, baru pada sesi berikutnya klien akan diminta untuk berasosiasi bebas. Klien mengungkapkan apapun yang berada dalam benaknya sambil berbaring di dipan membelakangi terapis. Cara ini cukup efektif agar klien dapat mengungkapkan secara terbuka karena klien tidak dapat melihat reaksi terhadap pernyataannya yang tergambar di wajah terapis. Terapi berjalan dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun. Berubah atau tidaknya perilaku klien lebih banyak tergantung pada kesiapan mereka untuk berubah daripada kecermatan analisis terapis.

Terdapat enam teknik dasar yang digunakan dalam terapi psikoanalisis, yaitu:

1. Tetap berada pada kerangka analitik

Terapis berusaha agar tetap konsisten dalam pola terapi, baik itu tempat maupun waktu terapi.

2. Asosiasi Bebas

Klien mengungkapkan apaun yang ada di benaknya tanpa ada sensor. Asosiasi bebas merupakan  dari peralatan dasar sebagai pembuka pintu ke keinginan, khayalan, konflik, serta motivasi yangtidak disadari.

3. Interpretasi

Interpretasi terdiri daari apa yang oleh penganalisis dinyatakan, diterangkan, dan bahkan diajarkan pada klien arti yang dimanifestasikan dalam mimpi, asosiasi bebas, penentangan, dan hubungan terapi itu sendiri.

4. Analisis Mimpi

Pada saat tertidur mekanisme pertahanan akan kendor dan perasaan yang terkekang akan naik ke permukaan. Mimpi mengandung ini dua tingkat, yaitu isi laten dan isi manifest.

5. Analisis dan Interpretasi pada Sifat Menentang

 Interpretasi trapis terhadap sikap menentang ditujukan untuk memberikan pertolongan pada klien sehingga dapat menyadari alasan-alasan mengapa sampai ada sikap menentang.

6. Analisis dan Interpretasi pada Transferensi

Pengaruh hubungan terdahulu dikurangi akibatnya dengan aksi-aksi penanganan konflik emosi yang sejenis dengan kegiatan terapi dangan terapi psikoanalisis.

 

Terapi dengan pendekatan psikoanalisis memungkinkan terapis untuk mendapatkan kerangka konseptual untuk melihat perilaku dan memahami asal dan fungsi dari simtom yang muncul. Psikoanalisis merupakan konsep dan teknik yang lebih kuat dalam memahami perilaku manusia. Namun disayangkan bahwa terapi ini membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sehingga tidak menjangkau kalangan menengah ke bawah dan tidak dapat memberi penangan masalah secara factual yang urgent.

Sumber:

Correy, Gerald. 1995. Teori dan praktek dari konseling dan psikoterapi. Edisi ke 4. Diterjemahkan oleh : Drs. Mulyarto. Semarang : IKIP Semarang Press.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s