Matematika Ada di Mana-mana.. Oh, Tidak..!!

Tugas   : Matematika & IAD

Tema    : Matematika (tanpa angka dan rumus)

Matematika. Kata matematika, bila membaca, mendengar, atau mengingatnya maka biasanya akan terbayang bagaimana angka-angka yang bertebaran, berbagai rumus-rumus yang rumit, atau bahkan sakit kepala mendadak. Terlebih bagi kalangan pelajar, ini menjadi mimpi buruk dan selalu menghantui tanpa dapat terlepas dari kehadirannya. Tapi, dalam setiap peristiwa kehidupan manusia matematika hadir, disadari ataupun tidak. Misalnya, dalam kehidupan sehari-hari kita sering membelanjakan uang kita, pada peristiwa tersebut kita menghitung berapa uang yang dimiliki, berapa banyak yang harus dikeluarkan, berapa sisa uang yang kita terima, dan sebagainya. Matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi.

Karena terlanjur tidak dapat menghindarinya maka sebaiknya kita kenali lebih jauh lagi, dan menjadikannya teman, karena ilmu tidak akan pernah mati ataupun pergi. Matematika berasal dari bahasa Yunani: mathēmatiká,  adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Seorang matematikawan Benjamin Peirce, menyebut matematika sebagai “ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting”. Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa “sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan”. Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika.

Matematika memiliki sejarah perjalanan, dari yang sederhana hingga kini semakin kompleks untuk mempermudah dalam pengorganisasian segala kebutuhan manusia. Penggunaan terkuno matematika adalah di dalam perdagangan, pengukuran tanah, pelukisan, pola-pola penenunan dan pencatatan waktu. Hal-hal tersebit tidak pernah berkembang luas hingga tahun 3000 SM, ketika orang Babilonia dan Mesir Kuno mulai menggunakan aritmetika, aljabar, dan geometri untuk penghitungan pajak dan urusan keuangan lainnya, bangunan dan konstruksi, dan astronomi. Pengkajian matematika yang sistematis di dalam kebenarannya sendiri dimulai pada zaman Yunani Kuno antara tahun 600 dan 300 SM. Hingga pada saat ini matematika digunakan diberbaagai bidang untuk pengolahan data yang diperlukan manusia modern.

Sebagai manusia modern yang hidup di era globalisasi ini kita perlu menguasai keterampilan dalam mengelola data dalam simbol-simbol abstrak, kita akan tertinggal apabila masih menggunakan cara-cara kuno. Matematika dimanapun wilayahnya akan tetap dimengerti, seperti bahasa internasional yang menjadi jembatan dalam berkomunikasi dengan seseorang dari belahan dunia lain. Untuk dapat berkembang suatu perusahaan harus mengetahui keuntungan, kerugian, dan modal yang dimiliki. Dalam suatu wilayah pemerintah harus mengetahui dan meramalkan pertumbuhan penduduk yang terjadi, agar dapat mengatasi segala dampaknya. Seorang apoteker harus mampu menghitung dosis yang tepat untuk membuat obat. Maka dari beberapa pernyataan diatas terbayangkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan kita yang semakin kompleks kita memerlukan bantuan matematika dengan rumus yang sesuai untuk mempermudah kita memperolehnya.

Bagi beberapa orang matematika mungkin bukan suatu ancaman dan merupakan salah satu hal yang mereka cintai dalam hidupnya, maka akan menyenangkan bila berhadapan dengan matematika. Banyak mnusia yang malah menjadi orang terkenal dan dianggap hebat harena keahlian matematika. Sebagai contoh, Phytagoras yang hingga kini dikenal diberbagai kalangan, serta rumusnya digunakan hingga kini. Bagaimana yang belum dapat bersahabat dengan maatematika? hal ini harus segera diatasi.

Ada beberapa cara yang mungkin mampu untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu:

§         Pertama, dalam pelajaran matematika yang diberikan pendidik (guru) di kelas harus memperhatikan dan terlibat aktif, membuat catatan yang mampu kita pahami, dan bertanya bila mengalami kesulitan.

§         Kedua, kita harus membiasakan diri mengerjakan soal-soal matematika, mencoba menyelesaikan soal dengan rumus tepat dan langkah yang sistematis, dan memahami pengaplikasiannya. Apabila kita sering berhadapan dengan soal matematika maka kita akan memahami karakteristik soal, dan dapat menentukan strategi yang tepat untuk menyelesaikan soal tersebut, serta kita akan peka terhadap kesalahan dan tidak berlarut-larut bila mengerjakan soal yang sulit.

§         Ketiga, kenali matematika tidak hanya sekedar mengingat rumus, gali lebih dalam lagi asal-usul rumus tersebut, teori-teori atau prinsip-prinsip yang berkaitan. Jika tidak memahami bagaimana rumus itu bekerja dan prinsip-prinsip yang ada dibalik rumus itu, maka menggunakan rumus justru menjadi terasa lebih sulit.

§         Keempat, pelajari rumus yang dasar terlebih dahulu untuk mempelajari rumus yang lebih kompleks, bila tidak menguasai rumus dasarnya maka tidak akan mampu memecahkan masalah pada tahap yang lebih kompleks.

§         Kelima, konsisten, untuk mahir matematika butuh waktu lebih dari semalam, maka belajar dengan teratur sehingga tidak kesulitan ketika harus mempelajari matematika untuk materi ujian besok.

Dapat pula cara-cara tersebut dikombinasi sesuai dengan kenyamanan kalian. Terakhir, cobalah menyukai matematika, maka kamu mampu menaklukannya.

Sumber :

Anonim. 2011. Matematika. http://wikipedia.com/ diakses pada tanggal 22 Mei 2011.

Ismayani, Ani. 2011. Tips belajar matematika.  http://www.matematikamenyenangkan.com/  diakses pada tanggal 22 Mei 2011.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s