Metode Ilmiah

Tugas   : Matematika & IAD

Tema   : Metode Ilmiah (Perbaikan)

Dalam penulisan karangan ilmiah kita menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Jika suatu hipotesis yang dibuat lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Metode ilmiah merupakan suatu tahapa-tahapan yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah. Metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:

  1. Observasi awal:
    Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
    • Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
    • Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
    • Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.
  1. Mengidentifikasi masalah:
    Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?
    • Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
    • Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
    • Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.
  1. Merumuskan atau menyatakan hipotesis:
    Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.
  1. Melakukan Eksperimen:
    Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
    Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
  1. Menyimpulkan hasil eksperimen:
    Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
    Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
    • Jangan ubah hipotesis
    • Jangan abaikan hasil eksperimen
    • Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
    • Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
    • Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.

Sumber            :

http://veblue.blogspot.com/2010/03/metode-ilmiah.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s