Kita Untuk Kelestarian Kehidupan di Muka Bumi

Tugas   : Matematika & IAD #

Tema    : Apa yang saya lakukan untuk melestarikan kelangsungan hidup di Bumi?

 

 

Seperti yang kita ketahui bahwa keadaan di  muka Bumi sekarang ini telah kacau, kerusakan lingkungan terjadi di mana-mana dan isu pemanasan global yang sudah menjadi kenyataan. Banyak bencana terjadi akibat ulah manusia, yang pada akhirnya juga merugikan manusia itu sendiri. Ketika musim hujan tiba kita sering dilanda banjir, sedangkan pada musim kemarau kita dilanda kekeringan. Itu terjadi karena keserakahan kita yang tidak menyediakan lahan hijau demi pembangunan dan pemanfaatan SDA yang kurang berwawasan lingkungan. Hal tersebut pun dapat terjadi dari ulah kita yang paling kecil, misalnya saja membuang sampah sembarangan.

 

Kita semua harus segera sadar untuk mengatasi kerusakan lingkungan  demi kelangsungan hidup kita di muka Bumi. Jangan biarkan keprihatinan ini kita simpan begitu saja dalam pikiran kita. Jangan jadikan ide kreatif kalian untuk menyelamatkan Bumi hanya jadi angan-angan belaka. Mulailah dari hal-hal kecil yang dapat kita lakukan sendiri. Karena untuk menjadikan sesuatu itu menjadi besar dan mengagumkan, maka dibutuhkan bagian-bagian kecil yang secara solid membentuk sesuatu itu. Bagian-bagian kecil itu adalah kita. Kita tak akan kehabisan cara untuk melestarikan lngkungan kita, asal ada kemauan yang kuat. Saat ini hanya di sini kita dapat hidup dengan nyaman, kalau Bumi rusak lalu kita mau hidup di mana? Untuk itu, ayo, kita mulai! Jangan ragu untuk menggunakan ide kalian demi kelestarian kehidupan di Bumi.

 

Saya sendiri telah mencoba untuk melakukannya dari hal yang kecil sekali. Di rumah saya terdapat halaman yang ditumbuhi oleh beberapa macam tanaman. Ada tiga pohon mangga yang sudah hampir tidak pernah berbuah lagi, satu pohon jeruk nipis, dan beberapa tanaman lagi. Nah, karena adanya tanaman-tanaman ini, bila hujan airnya tidak menggenang, suasana yang segar bila bangun di pagi hari, dan merasa nyaman ketika terik Matahari, karena rimbunnya pohon. Banyak tetangga di sekitar rumah saya juga memelihara tanaman dengan menggunakan pot-pot karena lahan yang sederhana. Kecil memang yang kami lakukan, tetapi kita berusaha. Secara tidak disadari kita mendapat untung dari tanaman-tanaman tersebut, karena tanaman-tanaman tersebut memberikan kebutuhan oksigen kita pada saat berfotosintesis, meskipun mereka hanya tanaman kecil di dalam pot. Udara bersih kini memang menjadi barang berharga akibat polusi udara.

 

Ketika selesai makan makanan ringan saya akan membuangnya di tempat sampah, bila tidak ada akan saya simpan sampai menemukan tempat sampah. Terkadang menjadi merasa bersalah bila membuang sampah sembarangan. Saya juga menghemat penggunaan kertas karena konsumsi kertas kita yang berlebihan menyumbang besar dalam penebangan hutan dan terjadi hutan gundul. Biasanya, saya akan mengambil sisa kertas dari buku tulis bekas yang sudah tidak terpakai untuk kebutuhan penggunaan kertas. Bahkan pernah saya kumpulkan potongan-potongan kertas itu dan di jadikan buku untuk catatan kuliah. Sempat terlintas di pikiran saya juga, bahwa sayang untuk mengeluarkan uang membeli buku baru, dengan kata lain hemat, ya, cendrung pelit. Tapi, begitulah, ada manfaat lain dari penghematan itu.

 

Di lingkungan luar tempat tinggal kita juga harus dijaga kelestariannya, misalnya, di jalan umum, sekolah, kampus tempat wisata, stasiun, dan lain sebagainya. Dapat kita lakukan beberapa hal seperti, tidak merusak tanaman hias yang ada, membuang sampah pada tempatnya, dan akan lebih baik bila kita ikut menanam dan merawat tanaman-tanaman tersebut di lingkungan yang dapat dijangkau, sekolah atau kampus contohnya. Dapat pula kita ikut dalam organisasi-organisasi pencinta lingkungan, atau bahkan menjadi pelopornya. Lebih baik lagi bila kita aktif mengikuti kegiatan-kegiatannya.

 

Adakah impian Anda sendiri mengenai hal ini, menjadi penyelamat lingkungan? Saya pun adalah orang yang memiliki mimpi untuk menjadi penyelamat lingkungan. Tapi ini memang belum terealisasi, cukup sulit bagi saya untuk sekarang ini. Saya ingin membeli lahan di sekitar bibir sungai, paling tidak kurang dari 50 meter. Lahan itu akan saya ubah menjadi area hijau, dengan cara sebagian lahan ditanami pohon bambu  dan juga beberapa tanaman lain, mungkin apotek hijau atau tanaman bumbu dapur. Alasan saya memilih tanaman bambu  karena pada penulisan karya tulis ilmiah ketika SMA saya mengetahui bahwa tanaman ini mampu hidup dalam daerah yang kondisi tanahnya  rusak, mampu menyerap air yang jatuh ke tanah lebih banyak, dan mudah dalam perawatanya. Hal tersebut cukup masuk akal bagi saya untuk memilih tanaman bambu sebagai tanaman untuk memperbaiki lingkungan. Apotek hijau dan tanaman bumbu dapur tentu kita mengetahui apa manfaatnya. Dari satu area yang saya buat akan terus dikembangkan sehingga tercapai daerah aliran sungai yang hijau, maka kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dan bencana banjir juga akan berkurang.

 

Ada satu hal lagi yang saya impikan, dan ini sudah mulai dilakukan, yaitu pengerukan sampah dari sungai. Saya terkadang sedih sekaligus kesal karena melihat sungai yang ada di daerah Jakarta dan sekitarnya kotor, berbau, dan meluap bila hujan tiba, bahkan saat di Jakarta tidak hujan pun dapat meluap. Aliran sungai yang membawa sampah pun nantinya akan bermuara ke laut, kemudian mencemari laut. Akibat pencemaran itu ekosistem sungai rusak, dan begitu pula di laut. Warga yang tidak memiliki air bersih kadang mandi di sungai yang kotor, dan dapat terserang penyakit. Ikan di lau yang tercemar juga berbahaya bila dikonsumsi. Wah, dampak dari permasalahan ini sangat banyak dan saling berhubungan.

 

Untuk segala akibat kerusakan lingkungan yang menakutkan tentunya  akan lebih baik bila lingkungan kita lestari. Sebaiknya kita mulai melestarikan kehidupan di Bumi dari sekarang. Tindakan kecil kita dibutuhkan untuk membuat perubahan besar pada kehidupan di muka Bumi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s