SEPUTAR MATAHARI

Tema : Alam Semesta

Tugas : IAD dan Matematika #

Pada siang hari asa sesuatu yang seperti bola kuning yang besar dan bercahaya sangat terang yang menyinari bumi di mana tempat kita berpijak. Saya yakin di pikiran kalian akan langsung muncul sebuah kata, yaitu “Matahari”. Ya, memang Matahari yang dimaksud di kalimat awal tadi, dan selanjutnya akan kita bahas pada tulisan ini mengenai Matahari.

Matahari merupakan pusat dari Tata Surya di Galaksi Bimasakti (Milky Way), dimana Bumi yang menjadi tempat tinggal kita merupakan salah satu anggotanya. Seluruh planet beserta satelit-satelitnya, asteroid (planetoid), komet, dan meteor  beredar mengelilingi Matahari sebagai pusatnya.

Sebenarnya, Matahari adalah sebuah bintang yang tisak berbeda dengan bintang-bintang lain yang biasa kita lihat pada malam hari. Maka, seperti bintang-bintang lainnya, Matahari pun memancarkan sendiri sumber energinya ke segala penjuru. Hal tersebut tentunya dapat kita rasakan, hangat sinarnya sampai ke Bumi, namun sebelumnya sudah difilter  terlebih dahulu oleh atmosfer agar radiasi yang berbahaya tidak masuk. Bila kita bandingkan ukurannya dengan bintang-bintang yang lain, Matahari bukanlah bintang yang memiliki ukuran besar, Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G. Tetapi, mengapa Matahari terlihat begitu besar, dan bintang-bintang yang lain hanya terlihat seperti titik yang berkedap-kedip pada malam hari? Jawabanya, karena Matahari merupakan bintang yang terdekat sengan Bumi, yaitu berjarak sekitar 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil), jarak tersebut dijadikan sebagai 1SA (Satuan Astronomis). Lalu berapa kira-kira jarak bintang yang lainnya, ya? Contohnya, Alpha Centauri memiliki jarak dari Bumi sekitar 200.000 SA, dan merupakan bintang terdekat kedua setelah Matahari.

Setelah membicarakan jarak tentunya kita ingin tahu berapa ukuran Matahari sebenarnya. Dibandingkan dengan Bumi yang berdiameter kira-kira 12.756 kilometer, diameter matahari kira-kira 112 kalinya, sekitar kurang lebih 1.400.000 kilometer. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari.

Matahari tidak berbentuk padat, tetapi dalam bentuk plasma, hal itu menyebabkan rotasinya lebih cepat di khatulistiwa daripada di kutub. Rotasi pada wilayah khatulistiwanya adalah sekitar 25 hari, sedangkan 35 hari pada wilayah kutub. Matahari mempunyai gravitasi 27,9 kali gravitasi Bumi. Terdapat julangan gas sangat panas yang dapat mencapai hingga beribu bahkan sampai berjuta kilometer ke angkasa. Semburan matahari ‘sun flare’ ini dapat mengganggu gelombang komunikasi seperti radio, TV dan radar di Bumi dan mampu merusak satelit atau stasiun angkasa yang tidak terlindungi. Matahari juga menghasilkan gelombang radio, gelombang ultra-violet, sinar infra-merah, sinar-X dan angin matahari yang merebak ke seluruh tata surya. Bumi memiliki pelindung , yaitu atmosfer yang sudah sempat dibahas tadi.

Matahari sendiri sebenarnya tersusun dari lapisan-lapisan penting, yaitu:

  1. 1. Lapisan Inti Matahari
    Inti matahari adalah tempat berlangsungnya reaksi fusi hidrogen menjadi inti helium dan menghasilkan reaksi yang sngat besar. Suhu inti matahari mencapai 15 juta kelvin.
  2. 2. Lapisan Fotosfera pada Matahari
    Lapisan Fotosfera adalah bagian permukaan matahari yang dapat kalian lihat sehari-hari, atau disebut juga lapisan cahaya. Suhu di bagian dalam fotosfera kira-kira 6000 kelvin.
  3. 3. Lapisan kromosfera di dekat korona mencapai 10.000 kelvin, sedangkan di lapisan luarnya kurang lebih 4000 kelvin
  4. 4. Lapisan Korona pada Matahari
    Lapisan Korona ini dapat dilihat Kromosfera pada Matahari
    Lapisan kromosfera dapat terlihat saat terjadi gerhana matahari. Kromosfera tersusun dr lapisan hidrogen. Suhu lapisan pada saat terjadi gerhana matahari berupa lingkaran putih yang mengelilingi matahari. Lapisan korona mengandung gas yang sangat tipis bersuhu 1 juta kelvin. Korona berwarna abu-abu akibat tumbukan ion-ion pada suhu yang sangat tinggi.

Di Matahari terdapat aktivitas, yaitu:

 

  1. 1. Sunspot

Sunspot tampak sebagai bintik hitam di permukaan Matahari(kalau saya sih, bilangnya jerawat). Daerah dengan sunspot di Matahari memiliki medan magnet yang sangat besar, mencapai 1000-4000 Gauss. Sunspot memiliki suhu yang relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain di permukaan matahari sehingga daerah ini terlihat lebih gelap dibandingkan sekelilingnya. Sunspot diyakini merupakan penampakan garis medan magnet yang terpuntir di permukaan Matahari.

 

  1. 2. Flare

Ledakan di Matahari akibat terbukanya salah satu kumparan medan magnet disebut flare. Selain melepaskan partikel berenergi tinggi, flare  juga memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik seperti sinar X dan sinar Y. Radiasi gelombang elektromagnetik ini dapat mencapai Bumi hanya dalam waktu sekitar 8 menit, sedangkan partikel berenergi tinggi membutuhkan waktu sekitar 1-2 hari. Adanya flare yang besar dapat berdampak serius pada cuaca antariksa.

 

  1. 3. Prominensa

Prominensa merupakan ledakan di bagian tepi Matahari yang tampak seperti lidah menjulur. Prominensa tampak terang dan panas meskipun sebenarnya “lebih dingin” dibandingkan kromosfer dan korona. Jika terlihat dari depan, prominensa akan tampak seperti garis yang melintang di Matahari (disebut filamen). Prominensa dan filamen dapat bertahan selama beberapa hari dan menyemburkan energi yang besar ke seluruh tata surya.

 

  1. 4. CME

CME merupakan singkatan dari Coronal Mass Ejection (Lontaran Massa Korona). Saat terjadi CME, sebagian massa dari daerah korona Matahari terlontar ke arah Bumi. Jika menggunakan kamera satelit, CME teramati seperti letupan yang menyembur dari Matahari. Energi yang dilepaskan dari peristiwa ini sangat besar karena mengandung massa yang besar dengan kecepatan tinggi.

 

Referensi :

 

http://www.g-excess.com/id/

http://id.wikipedia.org

http://funspaceahmad.blogspot.com

 

Iklan

One thought on “SEPUTAR MATAHARI

  1. Sandi Kaladia

    Semua akhli sepakat bahwa panas di bagian Inti Matahari
    mencapai 15 Juta Derajat Celcius.
    Dalam sebuah diskusi rutin saya bertanya kepada Ki Mandalajati Niskala:
    “Ki, berapa panas di bagian Inti Matahari”?
    Mandalajati Niskala menjawab: “SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN”.
    Saya jadi penasaran khawatir Ki Mandalajati Niskala salah
    mendengar pertanyaan sehingga salah memberikan jawaban.
    Saya mengulang pertanyaan:
    “KI, BERAPA PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII”?
    Beliau serentak menjawab:
    “PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII
    ADALAAAAH SEDINGIIIIIN AIIIIR PEGUNUNGAAAAAAN”.
    Beliau menambahkan:
    “KALAU TIDAK PERCAYAAAAA SILAKAN BUKTIKAN SENDIRIIIII”.
    Saya kaget: “WOOOOOOOOOW MANDALAJATI NISKALA GILAAAAAAA……!”

    Beliau mengatakan bahwa kulit Matahari memang sangat panas,
    tapi suhu Inti Matahari TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Mandalajati Niskala sangat logis menjelaskan kepada banyak
    pihak bahwa MATAHARI ADALAH GUMPALAN BOLA AIR RAKSASA
    YANG BERADA PADA RUANG HAMPA BERTEKANAN MINUS,
    SEHINGGA DI BAGIAN SELURUH SISI BOLA AIR RAKSASA TERSEBUT
    IKATAN H2O PUTUS MENJADI GAS HIDROGEN DAN GAS OKSIGEN,
    YANG SERTA MERTA AKAN TERBAKAR DISAAT TERJADI
    PEMUTUSAN IKATAN TERSEBUT.
    Suhu kulit Matahari menjadi sangat panas karena Oksigen
    dan Hidrogen terbakar, tapi suhu Inti Matahari
    TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Begitu kata Mandalajati Niskala.
    Memang mandalajati Niskala ORANG GILA KALIIIIII…..!!!
    TEORI YANG SUDAH MAPAN AMBRUK DIANTITESIS.

    Filsuf Sunda Mandalajati Niskala dalam banyak dialog
    sering mengungkap rahasia ke~Jagatraya~an.
    Beliau banyak melontarkan hipotesa,
    bahkan sering menyatakan antitesis yang sangat fenomenal
    terhadap kemapanan ilmu pengetahuan.
    Belakangan ini Mandalajati Niskala ‘berantitesis’:
    “GAYA GRAVITASI BUKAN DITIMBULKAN OLEH ADANYA
    MASSA PADA SEBUAH ZAT ATAU BENDA”.

    Berbicara soal Gravitasi, banyak Para Akhli bertanya:
    “Bagaimana Jika Gaya Gravitasi Bumi Menghilang”?
    Menurut Mandalajati Niskala:
    “Pasti semua orang DENGAN MUDAH SEKALI dapat membayangkan sebuah
    keadaan yang akan terjadi jika Bumi kehilangan Gaya Gravitasi”.

    Kata Mandalajati Niskala jika ada pertanyaan seperti itu,
    SEBENARNYA PERTANYAAN KURANG MENARIK.
    Mungkin tiga pertanyaan dari Mandalajati Niskala di bawah ini
    cukup menantang bagi orang-orang yang mau berpikir:
    1) BAGAIMANA TERJADINYA GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    2) BAGAIMANA MENGHILANGKAN GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    3) BAGAIMANA MEMBUAT GAYA GRAVITASI DI PLANET LAIN YG TIDAK MEMILIKI GAYA GRAVITASI?
    Pernyataan yang paling menarik dari Mandalajati Niskala sbb:
    1) Matahari tidak memiliki Gravitasi tapi memiliki ANTI GRAVITASI.
    2) Suhu di Inti Matahari SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN,
    padahal kata Para Akhli di seluruh Dunia suhu Inti Matahari
    LIMA BELAS JUTA DERAJAT CELCIUS.

    Saya mendapat penjelasan dari Mandalajati Niskala,
    namun tentu tidak akan saya jelaskan kembali disini.
    Yang pasti Filsuf Sunda Mandalajati Niskala
    memiliki semua jawaban tersebut secara tuntas.

    Memang pernyataan Mandalajati Niskala membuat para akhli geleng kepala.
    Mandalajati Niskala pantas juga menyandang gelar
    Sang Pembaharu Dunia di Abad 21

    Selamat berfikir
    @Sandi Kaladia

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s