BAMBU SEBAGAI PENJAGA KEBUTUHAN AIR

Tema : Metode Ilmiah

 

1. Pendahuluan

1.1 Tujuan

 

Mengenalkan tanaman bambu sebagai tanaman yang dapat mengurangi dampak kerusakkan lingkungan.

 

1.2 Latar  belakang

 

Menanggulangi dampak kerusakan lingkungan, seperti banjir dan kekeringan, dengan penanaman kembali. Bambu dipilih karena memiliki keunggulan yang lebih daripada tanaman lain.

 

2. Isi

 

2.1 Masalah

 

Bambu mampu menyerap air lebih banyak daripada tanaman lain.

 

2.2 Pembatasan masalah

 

Keunggulan bambu dalam membantu memperbaiki lingkungan.

 

2.3 Hipotesis

 

Bambu dapat menyerap air hujan dan menyimpannya untuk cdangan kebutuhan air.

 

2.4 Kemampuan Tanaman Bambu

a. Tumbuh dengan Cepat

Bambu merupakan tanaman yang dapat tumbuh dalam waktu singkat dibandingkan dengan tanaman kayu-kayuan. Dalam sehari bambu dapat bertambah panjang 30-90 cm. Rata-rata pertumbuhan bambu untuk mencapai usia dewasa dibutuhkan waktu 3-6 tahun. Tentunya penanaman bambu untuk konservasi alam akan lebih efektif dan cepat, mengingat dampak kerusakkan lingkungan yang meresahkan mayarakat.

 

b. Tumbuhan Kuat

 

Bambu mudah menyesuaikan diri dengan kondisi tanah dan cuaca yang ada, serta dapat tumbuh pada ketinggian sampai dengan 3.800 m di atas permukaan laut. Maka bambu dapat ditanam di daerah yang kondisinya buruk, kemudian tanaman itu dapat membantu menjaga kelestarian daerah tersebut.

 

c. Meningkatkan Volume Air Bawah Tanah

Tanaman bambu memiliki akar rimpang yang sangat kuat. Struktur akar ini menjadikan bambu dapat mengikat tanah dan air dengan baik. Dibandingkan dengan pepohonan yang hanya menyerap air hujan 35-40% air hujan, bambu dapat menyerap air hujan hingga 90 %. Dengan demikian, pada musim hujan air hujan yang jatuh ke tanah tidak semuanya mengalir ke sungai, tetapi disimpan untuk kebutuhan air pada musim kemarau.

 

d. Menjernihkan Air

 

Pohon bambu juga berfungsi sebagai penjernih air. Daerah bantaran sungai yang banyak pohon bambu, air sungainya terlihat jernih.

 

 

2.5 Penelitian yang Telah Dilakukan

Masyarakat Bali di Desa Pakraman Angseri telah sukses menggunakan bambu sebagai tanaman hutan rakyat seluas 12 ha. Hasilnya telah membantu menjaga dan memulihkan aliran air bawah tanah dan mata air panas. (Sumatera dan Peneng,  2005).

Utthan centre dalam upaya konservasi lingkungan pada lahan yang rusak akibat aktivitas penambangan batu di India melakukan penanaman hutan bambu seluas 106 ha. Hasilnya dalam waktu 4 tahun permukaan air bawah tanah meningkat 6,3 m dan seluruh areal penanaman menghijau. (Tewari, 1980 dalam Garland 2004)

Hasil studi Akademi Beijing dan Xu Xiaoging, melakukan inventarisasi dan perencanaan hutan dengan melakukan studi banding hutan pinus dan bambu pada DAS. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa bambu menambah 240% air bawah tanah lebih besar dibandingkan hutan pinus. (Bareis, 1998, dalam Garland 2004)

2.6 Kesimpulan

Penanaman bambu mampu melestarikan lingkungan, dan dapat membantu masyarakat dalam mencegah banjir, menjaga cadangangan air untuk kebutuhan manusia.

 

 

Sumber:

 

http://www.inilah.com/read/detail/121572/bambu-bisa-atasi-pemanasan-global/

 

http://ksupointer.com/bambu-untuk-mengahadapi-pemanasan-global

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s