MIMPI MANUSIA UNTUK TERBANG

Manusia disebut sebagai makhluk yang paling sempurna karena memiliki akal budi. Rasa ingin tahu manusia mengenai apa yang terjadi di sekitarnya dijawab oleh akal budi, melalui pengalaman dan proses berikir sehingga lahirlah suatu pengetahuan. Pengetahuan inilah yang menuntun manusia menciptakan penemuan-penemuan yang baru, yang memberi dampak pada kehiduan manusia. Salah satu penemuan yang fenomenal adalah pesawat terbang.

 

Sejarah mencatat Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) pada tahun 1903 telah berhasil menerbangkan pesawat mesin buatannya di North Carolina, Amerika Selatan. Mereka sebelumnya mengelola sebuah toko di Dayton, Ohio. Toko tersebut menjual dan memperbaiki sepeda motor. Mereka mulai mempelajari masalah penerbangan pada tahun 1889. Kemudian mereka mulai membuat pesawat terbang layang bersayap kembar. Namun sebenarnya percobaan terbang sudah banyak dilakukan oleh pendahulu mereka. Pada tahun 1898 di temukan sebuah kuil kerajaan Mesir kuno yang diperkirakan dibangun pada 200 SM memiliki gambar-gambar rancangan pesawat terbang pada penyangga langit-langitnya. Replika pesawat terbang yang mirip pesawat terbang modern pun ditemukan di sebuah makam kuno yang berasal dari tahun 200 SM, di Saqquaza, Mesir.

 

Percobaan terbang terus dilakukan oleh generasi-generasi sebelum kita demi mewujudkan mimpi mereka agar dapat terbang seperti burung. Percobaan terbang pun telah dilakukan oleh Ibnu Firnas pada 875 di Andalusia, Spanyol. Ia terun dari sebuah menara dengan menggunakan sayap seperti burung yang terkait pada tangan dan kakinya, tetapi percobaannya belum bisa dikatakan sempurna karena pendaratannya tidak mulus. Bahkan, Leonardo Da Vinci sampai harus membedah seekor unggas untuk mengetahui mengapa seekor unggas dapat terbang. Kemudian Da Vinci pun mendapat inspirasi, dan membuat rancangan sebuah mesin terbang yang diikatkan di punggung seorang laki-laki. Hal-hal di atas membuktikan bahwa keinginan terbang manusia berawal dari rasa penasarannya terhadap burung, yang merupaka hewan yang handal di udara. Manusia mengamati bagaimana burung bisa terbang dengan seimbang, dan terus mengembangkan pengetahuannya tentang penerbangan.

 

Pengalaman-pengalaman terbang yang dilakukan generasi-generasi sebelumnya menginspirasi Hezafen Ahmed Celebi. Pada tahun 1638 Hezafen melakukan percobaan terbang dari ketinggian183 kaki di Galata Tower , Bosporus, Istanbul. Ia berhasil terbang dari Bosporus ke Uskudar, kemudian kembali ke Bosporus lagi dan berhasil mendarat kembali dengan lancar. Peristiwa tersebut ditulis oleh Evliya Celebi, catatan peristiwa tersebut dinamakan Seyahatname (Catatan Perjalanan). Konon, catatan inilah yang menjadi bahan bagi Wright Bersaudara untuk mebuat pesawat modern yang menggunakan mesin motor.

 

Sekarang dunia penerbangan sudah berkembang sangat pesat. Kini, kita dapat menikmatiĀ  perjalanan udara dengan pesawat modern yang sangat canggih, tentunya ini berkat para generasi pendahulu kita yang telah mengembangkan rasa ingin tahunya menjadi pengetahuan yang pada akhirnya melahirkan penemuan-penemuan hebat.

 

Sumber :

http://id.wikipedia.org

http://asal-usul-motivasi.blogspot.com

http://engineeringtown.com

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s