Dikejar = Berlari

kebahagiaan tidak dapat dikejar…

.

Kata-kata di atas saya dapat waktu baca suatu bab yang isinya mengenai Viktor Frankl. Waktu itu saya sedang iseng saja membaca beberapa bab dari satu buku secara acak. Ternyata saya mendapatkan satu bab yang saya suka dan membacanya membuat tersadar akan masalah saya pribadi. Sebenarnya salah satu dosen saya pernah mengungkapkan tentang hal ini beberapa tahun sebelum saya temukan sendiri, tapi terlupakan begitu saja.

Selama ini terlalu banyak hal yang dikejar tapi tidak juga bisa diraih. Ada hal yang bisa diraih dengan mudah, tapi kenapa untuk hal lainnya sangat sulit. Padahal saya yakin bahwa, saya layak untuk mendapatkannya karena saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Hal itu justru membuat kesal dan frustrasi. Saya selalu sadar ada Allah, tapi saya belum paham tentang ikhlas makanya kadang saya jadi terlalu berambisi dan kesal jika tidak kesampaian. Saya berdoa setiap hari untuk meminta, tapi tidak selalu menghayati hidup yang diberikan oleh-Nya. Mengejar sesuatu yang kita inginkan, kadang jadi lupa bersyukur dengan apa yang kita terima.

Seperti waktu mengerjakan skripsi. Saya sempat bolos dari bimbingan skripsi karena merasa stres dengan tulisan saya yang kacau balau. Kemudian saya dapat semangat lagi untuk mengerjakan skripsi dan membuat target untuk sidang di bulan Oktober. Target itu membuat saya jadi bekerja keras, bahkan membuat tekanan yang berat pada saya karena kenyataan tidak semulus bayangan saya. Saat itu benar-benar sulit, semakin saya berjuang semakin banyak penghalang. Dosen pembimbing saya beberapa kali menunda untuk membimbing saya dan dosen pembimbing kedua juga sulit untuk ditemui. Rasanya sangat berat, hingga pada akhirnya saya melepaskan target saya. Teryata saat saya melepaskan ambisi semua berjalan lebih mengalir. Kedua dosen pembimbing saya pada akhirnya memberikan kemudahan, bahkan saat revisi setelah sidang hanya sekali bertemu langsung oke. Walaupun harus sidang bulan November.

Ada lagi cerita waktu ikut lomba fanfiction berhadiah album original Super Junior. Saat itu saya melepaskan diri saya untuk menulis cerita yang romantis, membuat akun twitter, dan membuat cerita di sela-sela waktu. bahkan saya menulis dengan membuang pola pikir saya biasanya kaku. Saya berusaha untuk jadi seorang gadis yang jatuh cinta, walaupun saya jijik sendiri. Saya ingin sekali menang lomba itu, tapi di satu sisi juga pasrah dengan usaha yang telah saya lakukan. Saat itu pengumuman lomba molor, saya jadi khawatir kalau lomba itu tidak beres. Tapi dipikiran saya saat itu hanya, “saya sudah berusaha dan berdoa, kalau memang rejeki pasti dapat.” Ternyata pengumuman pemenang dilakukan saat saya hampir melupakan perlombaan itu dan saya menang.

Kita memang harus punya tujuan, cita-cita, dan harapan yang kita bayangkan. Tapi hidup kita bukan hanya tentang mewujudkan semua itu menjadi kenyataan. Alam ekspetasi dan kenyataan berbeda, kenyataan selalu punya caranya sendiri. Jangan marah dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Hanya lakukan saja prosesnya, lalu temukan kebahagian di situ. Syukuri setiap tahap yang kita jalani dengan menjalaninya dengan semangat dan rasa ikhlas. Lakukan saja yang terbaik, Allah pasti menjawab dengan yang paling tepat.

Saya akan berusaha…

 

 

Aku Senang, Kamu Kesal?

Tugasku belum selesai tapi aku sudah bosan. Sepertinya lebih menarik mengerjai gadis yang duduk di sebelahku, daripada mengerjakan tugas. Kurebut pensil dari tangannya.

“Dio, pensil.” Tangannya menengadah sambil melihatku tajam sampai alisnya bertaut. Bukannya aku kembalikan, pensil itu malah aku mainkan. Menekan kepalanya sampai grafit keluar memanjang mirip suntikan. Dia tambah kesal dan memanggilku dengan nada tinggi, ditambah omelan cempreng dan cubitan di tanganku. Kupingku sakit, tanganku juga, tapi aku senang membuatnya kesal.

Sampai akhirnya dia menyerah, melipat tangannya dengan kesal. “Kalo kamu bercanda terus, kapan selesainya?!”

“Nggak apa-apa, jadikan kita bisa lebih lama berduaan,” godaku sambil tersenyum genit. Mukanya memerah. Entah karena malu atau makin marah. “Makanya mintanya yang sopan, ‘Sayang balikin pensilnya dong,’ gitu!”

“Ish, sekelompok sama pacar malah bikin darah tinggi!”

.

End

.

#FiksiLaguku _ Call Me Baby – EXO

Pesan Cinta Dari Macet

.
Mungkin puncak arus balik akan terjadi besok, di hari keempat setelah lebaran. Prediksiku sih begitu, yah, lebih tepatnya harapan. Makanya kami memutuskan berangkat kembali ke Depok pagi hari ini.

Kakek, Nenek, dan beberapa saudaraku yang masih tinggal mengantar kepergian kami di depan rumah. Kami pamit pulang sekaligus mohon doa supaya selamat sampai tujuan. Setelah acara perpisahan singkat serta semua barang-barang bawaan masuk, tinggal orang-orangnya yang masuk. Paman di depan kemudi, Ayah di sebelah Paman, di bagian tengah Ibuku dan Adik laki-lakiku yang sudah kelas 6 tapi masih manja, dan di belakang aku dan Adik perempuanku yang berjarak tiga tahun lebih muda.

Rasanya ada yang aneh. Ada perasaan tidak enak. Sensasi itu terasa di perut. Bukan, bukan mabuk perjalanan. Baru juga lima belas menit, mana mungkin. Aku sangat ingin pulang, ingin sekali. Purwokerto kan kampung kedua orang tuaku, kalau kampung halamanku itu ya di Depok. Terbesit bahwa ini adalah pertanda buruk. Ah, tapi jangan sampai terjadi! Buru-buru aku baca doa supaya perjalanan kami diberi kelancaran dan keselamatan sampai tujuan.

“Alah, iya!” Ayah tiba-tiba berseru.

Aku melongo bingung tapi tetap diam menunggu kelanjutannya. Ayah masih geleng-geleng sambil menyeringai tak jelas.

“Kenapa sih, Mas?” tanya Paman yang konsentrasinya jadi terganggu.

“Kayaknya dompetku ketinggalan,” kata Ayah. Desahan kesal dan tidak percaya dilemparkan pada Ayah. Pantas saja dari tadi aku perhatikan Ayah gelisah sejak berangkat.

Mobil menepi sebentar supaya Ayah bisa leluasa mencari keberadaan dompetnya di tas. Daripada tergesa kembali ke rumah nenek, lebih baik dicek dulu di dalam tas dan mobil. Siapa tahu terselip, jadi tidak perlu putar balik dan mengulangi start.

Yah, tapi dasar apes! Dompetnya tidak ketemu, terpaksa putar balik.
.

Setelah kami kembali mengambil dompet perjalanan langsung dilanjutkan. Ternyata jalanan sudah mulai ramai dengan kendaraan, terjadi sendatan di beberapa titik jalan. Pamanku memilih jalanan pedesaan untuk menghindari kemacetan di jalan-jalan utama. Pamanku ini dulunya supir travel, jadi tahu banyak tentang jalan-jalan tikus yang bisa di tempuh.

Jalan yang kami lalui lumayan juga. Kami melewati jalan yang di kanan dan kirinya terhampar sawah hijau. Kemudian melewati hutan, ah, khayalanku langsung lari menyelusup di sela-sela pepohonan karena teringat film Twilight. Menyusuri jalan di pinggir perlintasan kereta api. Sesekali kami beradu kecepatan dengan beberapa kereta yang melintas. Dan sekarang menyusuri pinggir sungai yang membelah jalan dengan kawasan perkampungan.

“Bu, Ipo mau pipis.”

Aku bisa mendengar Adik laki-lakiku berbisik pada Ibu.

“Ipo mau pipis. Ada SPBU nggak, ya?” tanya Ibu.

Tanpa mengalihkan pandangan dari jalan Paman bilang, “Sebentar lagi, nanti kalau sudah keluar jalan ini. Di jalan besar.”

Karena Ipo dijanjikan toilet di SPBU, jadi dia bersabar sejenak menahan hasrat untuk buang air kecil. Tapi meter demi meter jalan yang kami lalui, sepertinya belum ada tanda-tanda jalan besar. Sungai yang kami susuri juga tak kunjung habis. Paman sudah berkali-kali bilang “sebentar lagi”, tapi “sebentar lagi”-nya itu sampai kapan? Aku juga jadi ikutan gelisah lama-lama.

“Ipo, kencing di pinggir sungai saja, ya?” tawar Ayah yang kasihan melihat Ipo.

“Enggak, ah.”

“Nggak apa-apa,” Ayah meyakinkan Ipo.

“Tapi Ipo juga pengen itu…”

Waduh… Aku dan Adik perempuanku saling tatap sambil tertawa geli. Sementara tanda-tanda SPBU belum muncul, kebutuhan Ipo semakin banyak dan mendesak. Kasihan juga, tapi mana bisa aku tahan untuk tidak menertawainya.

“Yaudah, di pinggir kali saja. Tuh, banyak jamban.” Adik perempuanku si Kinong tertawa meledek.
Saran Kinong ini ada benarnya walaupun lebih kental unsur menggoda Ipo. Semuanya memberikan dukungan atas saran Kinong. Kecuali Ipo yang mukanya makin pucat dan meracau tidak jelas. Wajarlah, anak jaman sekarang mana ada sih yang mau buang air di jamban?

Bayangkan! Hanya ditutupi bilik bambu di tengah alam terbuka. Berpijak di batang bambu di atas aliran sungai. Bagaimana kalau ada kepala buaya nimbul di permukaan? Hiiiiyyy…

Ck, kalau sudah begini jadi makin kangen rumah. Bisa buang air dengan nyaman, mandi yang bersih, dan tanpa harus ditahan-tahan atau nunggu antrean.

Syukurlah, ada pasar tradisional di jalan yang kami lalui. Ada toilet umum yang bisa digunakan Ipo untuk setoran. Selain Ipo, semuanya juga buang air kecil di sana supaya tidak kebelet di jalan nantinya.
.

Setelah sekitar tujuh jam perjalanan kami sampai di daerah Garut. Ternyata arus kendaraan sudah mulai macet. Aku mendekatkan wajahku ke jendela sampai menempel lekat di kaca untuk melihat antrean kendaraan. Macet parah. Bosan.

Beberapa menit mobil tidak bergerak, kemudian jalan semeter, lalu berhenti lagi, jalan lagi semeter. Begitu seterusnya sampai kepalaku pusing. Makin pusing dan berdenyut setiap pedal rem diinjak. Huh, lebih baik tidak usah jalan sama sekali daripada bikin otakku terguncang.

Hari mulai gelap. Arus kendaraan juga mulai merayap, kemudian lancar, merayap, lancar merayap dan bertemu kemacetan lagi. Tapi Garut tak kunjung kami lalui. Kami beristirahat sejenak melepas lelah di tempat peristirahatan. Toiletnya lumayan bersih di sini. Sayangnya makanannya kurang enak. Bakso yang kumakan di sini adalah bakso yang paling tidak enak yang pernah kumakan. Tapi lumayan untuk mengganjal perut.

Sambil mengunyah bakso yang rasanya seperti sandal karet, aku menatap ke arah jalanan. Kendaraan tampak masih mengular. Lampu-lampu kendaraan seperti lampu hias yang ditata memanjang. Sepeda motor yang melesat jadi tampak seperti kunang-kunang. Pikiranku mulai kembali jernih. Timbul pikiran aneh yang membuat senyuman bodoh di wajahku. Ini sedikit serius tapi juga konyol, maka tidak ingin aku ceritakan pada keluargaku. Meskipun ini berhubungan dengan mereka tapi kurang tepat rasanya untuk diungkapkan sekarang.

Aku jadi mengerti kenapa ada istilah home dan house dalam bahasa Inggris.

Kami kembali dari rumah nenek ke rumahku. Rumahku dan rumah nenek hanyalah simbol. Rumah yang sebenarnya ada bersamaku selama perjalanan, yaitu keluargaku. Perjalanan inilah yang membuatnya rumah menjadi utuh.

Perjalanan ini membuat kita terkurung dalam satu mobil yang sama dengan waktu yang lama. Biasa mengobrol bersama dari hari biasanya lebih lama. Saat hari-hari biasa aku dan adik-adikku memenjarakan diri di kamar masing-masing bersama gadget, tanpa tahu dan tidak mau tahu di mana dan sedang apa Ayah dan Ibu. Satu sama lain tidak peduli jika salah satu ingin ini atau ingin itu. Tapi perjalanan ini mengingatkan lagi bahwa keinginan dan kebutuhan tiap-tiap anggota keluarga selayaknya diketahui bersama.

Meskipun yang ketinggalan adalah dompet ayah, tapi kami semua kembali bersama. Meskipun sesuatu hal itu adalah tanggung jawab salah satu orang, tapi kami semua juga harus siap membantunya karena kami adalah keluarga dan kami harus selalu bersama. Meskipun yang kebelet buang air hanya Ipo, tapi kami ikut gelisah. Perasaan Ipo seolah menjalar begitu saja pada semuanya. Kami semua seolah terhubung. Perasaan otomatis seperti itu yang sudah lama tidak kami rasakan karena tenggelam dengan aktivitas sehari-hari.

Itu semua hanya secuil dan terlalu sederhana, tapi memberikan sedikit pencerahan. Aku berharap kami bisa terhubung di setiap peristiwa. Peristiwa yang lebih dari sekadar ketinggalan dompet atau kebelet buang air. Peristiwa yang mengantarkan kami pulang ke keluarga yang hangat.
.
Selesai

#KisahPulang @KampusFiksi

KANGEN

Andai kamu tahu, betapa senangnya aku bisa menemuimu, pasti kamu menyambutku hangat. Aku tahu kamu berusaha terlihat anggun dan bijaksana, tapi sayang, itu gagal. Menurutku, kamu manis dan imut. Sekarang kita bisa duduk berhadapan, hanya dipisahkan oleh meja kayu. Aku bisa melihat helain rambut di alis matamu yang rapi. Pulasan eyeliner yang tipis membuat matamu semakin jeli, tapi tatapan matamu hanya seperti itu saja, datar.

Apakah dalam hatimu ada rasa marah, sedih, atau sama senangnya denganku? Hehe, entahlah, aku tidak bisa menebak dan aku jadi gugup karena hal itu. Tanganku terlipat di atas meja seperti murid SD, kakiku bergoyang naik turun seolah terjadi gempa vulkanik di lantai yang kupijak. Celana abu-abu yang kukenakan makin kusut.

“Saya kecewa sama kamu,” ucapnya tajam.

Ternyata kamu kecewa. Yah, aku harus berbuat apa supaya kamu tidak kecewa? Aku cuma bisa menjambak-jambak rambutku yang kaku sambil tersenyum kecut. Aku membisu. Tidak ada jawaban, karena yang kamu ucapkan bukan pertanyaan.

“Kamu harusnya bisa jaga tingkah laku, pikir dulu sebelum bertindak. Apa itu perbuatan baik, apa itu perbuatan jahat, apa perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak?! Kalau kamu ada masalah sama temanmu atau soal sekolah kan bisa dibicarakan baik-baik, kalau memang masalahnya sulit bisa minta bantuan ke saya atau guru yang lain.” Menyebalkan! Kamu bicara terlalu formal. Apa karena kita mengenakan seragam masing-masing? Apa karena sekarang kita di sekolah?

“Denis sama Keshi pacaran, Bu. Kata Ibu, di sekolah nggak boleh pacaran.”

Dahimu mengkerut, bibirmu terkatup rapat, pasti kamu kesal. Aku tahu, kamu pasti khawatir tentang arah pembicaraan kita.

“Tadinya saya nggak mau kasar kok, Bu. Saya cuma ngingetin, tapi Denis keburu sewot. Yaudah, terpaksa pukul-pukulan.”

“Hmm… Masalahnya, kesalahan kamu bukan soal Denis saja. Ada laporan dari guru-guru, katanya kamu jadi biang onar. Saya tahu kamu anak baik, tapi kenapa akhir-akhir ini buat masalah?”

“Harus saya jawab jujur?” Aku tersenyum supaya kamu tersenyum.

Tapi nihil. Tidak ada senyuman, tidak ada jawaban. Bibir kamu terkunci rapat.

“Saya kangen ketemu Ibu.”

.

.

.

Tantangan Kampus Fiksi #FiksiLaguku

Crooked (G-Dragon)

_sudah disunting setelah dikomentari Mimin Kampus Fiksi_

ANALISIS SKRIPSI: Sistem Pakar Untuk Menentukan Profesi Pekerjaan Sesuai Dengan Kepribadian

Tugas Analisis Skripsi Mata Kuliah Sistem Informasi Psikologi (Soft Skill)

Judul Skripsi: “Sistem Pakar Untuk Menentukan Profesi Pekerjaan Sesuai Dengan Kepribadian”

Penulis: Saefudin

Jurusan Sistem Informasi

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

2010

Latar Belakang

Penulisan skiripsi ini oleh penulis (Saefudin) dilatarbelakangi dengan perkembangan teknologi komputer, yang diiringi pula oleh berkembangnya kecerdasan buatan. Salah satu dari  kecerdasan buatan adalah Sistem Pakar. Saat ini terdapat beberapa masalah seseorang tidak bisa menikmati pekerjaan tersebut, karena pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan kepribadian yang dimiliki, oleh sebab itulah sistem pakar ini dibuat untuk membantu seseorang menentukan pekerjaan apa yang sesuai dengan kepribadiannya, sehingga bisa bekerja dengan maksimal, karena menikmati dan menyukai profesi pekerjaan yang akan jalani. Berdasarkan uraian latar belakang yang dipaparkan penulis, maka penulis menentukan judul dalam skripsi ini adalah “SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN PROFESI PEKERJAAN SESUAI DENGAN KEPRIBADIAN” dengan menggunakan kepribadian seseorang sebagai objek untuk melakukan pembuatan aplikasi sistem pakar.

Pembahasan

Penulis memakai tipe kepribadian Sanguinis, Phlegmatis, Koleris, dan Melankolis sebagai tipe kepribadian yang akan digunakannya dalam membuat Sistem Pakar. Pengetahuan mengenai kepribadian tersebut tentunya perlu dikumpulkan dari pakar dalam bidang tersebut, yaitu Psikolog karena kepribadian merupakan cakupan dari kajian psikologi. Tipe-tipe kepribadian tersebut di-input dalam sistem pakar, berikut dengan ciri-ciri kepribadian dari tipe tersebut. Untuk mengguanakan sistem pakar tersebut, pengguna cukup mencentang ciri-ciri kepribadian yang paling sesuai dengan dirinya yang disajikan dalam jendela aplikasi sistem pakar. Setelah selesai,  pengguana akan diberi penjelasan mengenai tipe kepribadiannya dan profesi yang disarankan.

Gambar Dari Sistem Pakar

Pengguna mencentang ciri-ciri kepribadian yang sesuai dengan dirinya.

Ciri kepribadian sistem pakar

Pengguna memperoleh hasil analisis dari sistem pakar seperti gambar di bawah.

 Hasil Diagnosa sistem pakar

Ket: Gambar diambil dari skripsi ini

Kesimpulan

Penggunaan sistem pakar ini dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah menentukan jenis profesi yang sesuai dengan kepribadian. Sistem pakar dibuat berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari seorang pakar dari bidang psikologi. Pengetahuan tersebut dijadikan data yang di-input pada aplikasi sistem pakar. Dengan begitu pengguna yang menggunakan aplikasi sistem pakar ini akan mendapatkan informasi seperti dari pakarnya langsung.

 

Daftar Pustaka:

Sistem Pakar Untuk Menentukan Profesi Pekerjaan Sesuai Dengan Kepribadian

Sistem Informasi Berbasis Komputer dan Artificial Intelligence

Sistem Informasi Psikologi

Sistem Informasi Berbasis Komputer dan Artificial Intellegence

Pendahuluan
Saat ini, kecepatan dan keakuratan mengolah data menjadi informasi yang berarti menjadi hal yang sangat penting. Selain cepat dan akurat, kualitas informasi yang dibutuhkan juga tak kalah penting. Untuk mendukung hal tersebut digunakan sistem informasi dengan basis komputer dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dapat membantu kita dalam mendapatkan informasi yang kita inginkan dari data yang mendukung, walaupun tanpa bantuan secara langsung dari ahli sehingga lebih efisien. Saat ini terdapat Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) dan Artificial Intelligence yang dapat membantu kita dalam mengolah data menjadi informasi yang kita butuhkan. Berikut ini penjelasannya:

1. Sistem Informasi Berbasis Komputer

Definisi Sistem Informasi Komputer
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Dalam Sistem Informasi Berbasis Komputer, komputer memainkan peranan yang penting dalan suatu sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan. Komponen-komponen yang ada dalam Sistem Informasi Berbasis Komputer adalah perangkat keras, perangkat lunak, database, telekomunikasi, dan manusia (user).
Pemanfaatan Sistem Informasi Berbasis Komputer pada perusahaan akan membantu dalam mengenalkan produk, sehingga mempermudah pemasaran. Terdapat beberapa Sistem Informasi Berbasis Komputer yang digunakan, dua di antaranya akan dijelaskan dalam tulisan ini yaitu, Sistem Pakar dan Sistem Pengambilan Keputusan.

gambar-cbis

link gambar: klik

a. Sistem Pakar

Definisi Sistem Pakar
Sistem pakar atau Expert System (ES) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar bertujuan untuk menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai dengan cara yang efektif. Sistem pakar memiliki kemampuan untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman.

Contoh Aplikasi Sistem Pakar
1. MYCIN : Membantu petugas medis dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan bakteri.
2. DENDRAL : Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal.
3. XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar.
4. SOPHIE : membantu dalam analisis sirkuit elektronik.
5. PROSPECTOR : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit.
6. FOLIO : Menbantu memberikan keputusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi.
7. DELTA : Membantu dalam pemeliharaan lokomotif listrik disel.

sistem pakar1

link gambar: klik

b. Sistem Pengambilan Keputusan

Definisi Sistem Pengambilan Keputusan
Sistem Pengambilan Keputusan atau Decision Support System (DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Sistem pengambilan keputusan merupakan sebuah sistem yang memberikan pertimbangan kepada bagian manager sampai ke direktur atau pemilik saham dalam perusahaan, untuk memutuskan sebuah kebijakan tertentu dalam perusahaan. Menurut Bonczek, R.H, C.W. Holsapple dan A.B. Whinston, DSS sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi : sistem bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen DSS lain), sistem pengetahuan (repository pengetahuan domain masalah yang ada pada DSS entah sebagai data atau sebagai prosedur), dan sistem pemrosesan masalah (hubungan antara dua komponen lainnya, terdiri dari satu atau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untuk pengambilan keputusan).

Contoh Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan (DSS)
Institutional DSS: Membantu dalam perencanaan strategis perusahaan.
Ad hoc DSS: untuk masalah & situasi tertentu
Industrial DSS: Airline DSS, Real Estate DSS
GIS (Geographic Information Systems) : merupakan DSS yang mendukung keputusan menyangkup distribusi geografis dari sumber daya.

struktur_dss_main-vercellis-2009-36

link gambar: klik

2. Artificial Intelligence

Definisi Artificial Intelligence
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, secara luas diartikan sebagai cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan pengembangan komputer (perangkat keras) dan program-program komputer (perangkat lunak) yang mampu meniru fungsi kognisi manusia. (Solso, 2008)

Contoh Aplikasi Artificial Intelligence
ELIZA : Program yang dapat mengambil peran seperti seorang psikiater, namun untuk kasus-kasus tertentu tidak dapat digunakan dan tetap harus dengan psikiater.
PARRY : Program simulasi komputer yang bertindak sebagai pasien yanga akan diajak bicara oleh psikiater (kebalikan dari program ELIZA)
NETtalk : Program yang dapat membaca tulisan dan mengucapkan kata.
(Solso, 2008)

PIC20021211110167299

link gambar: klik

Kesimpulan

Baik Sistem Informasi Berbasis Komputer maupun Artificial Intelligence merupakan hasil dari kemajuan teknologi komputer yang diciptakan guna membantu pekerjaan manusia. Keduanya dapat digunakan dalam pengolahan data untuk diproses melalui program-program yang dibuat, sehingga mampu menyajikan informasi yang relevan bagi pengguna secara efektif. Peran ahli dapat digantikan sehingga dapat membantu penyelesaian masalah bagi orang awam sekalipun. Meskipun memudahkan dalam menyelesaikan masalah tanpa bantuan ahli, namun dalam beberapa kasus, penyajian informasi akan bermanfaat setelah pengkajian lebih dalam dari beberapa ahli. Pada Sistem Pakar alur penyelesaian masalah terdapat penjelasan mengenai alur penalaran hingga menghasilkan informasi, tetapi tidak pada Sistem Pengambilan Keputusan. Sistem Pakar sendiri merupakan salah satu cabang dari Artificial Intelligence.

Daftar Pustaka

Anonim. (2013). Kecerdasan Buatan. http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan. Diakses pada tanggal 9 November 2013 pukul 23.30.
Solso, R. L., Maclin, O. H., & Maclin M. K. (2008). Psikologi Kognitif. Terjemahan oleh Mikael Rahardanto & Kristianto Batuadji M. Psi., M. A. Jakarta: Erlangga.
Febriansatria. (2012). Sistem Pengambilan Keputusan. febriansatria.wordpress.com/2012/11/07/sistem-pengambilan-keputusan/‎. Diakses pada tanggal 8 November 2013 pukul 11.30.
Brigida. (2012). Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS). http://informatika.web.id/sistem-informasi-berbasis-komputer-cbis.htm. Diakses pada tanggal 8 November 2013 pukul 11. 25.
Acakacik. (2013). Sistem Pengambilan Keputusan. http://acakacik.blogspot.com/2013/02/sistem-pengambilan-keputusan.html. Diakses pada tanggal 8 November 2013 pukul 11.30.
Rahayu, M. P. (2012). Sistem Informasi dan Contoh Aplikasinya. http://getcharintegerina.wordpress.com/2012/04/19/jenis-jenis-sistem-informasi-dan-contoh-aplikasinya/ . Diakses pada tanggal 9 November 2013 pukul 14.30.
Irpan. (2012). Konsep Dasar Artificial Intelligence. http://irpantips4u.blogspot.com/2012/12/konsep-dasar-artificial-intelligence-ai.html. Diakses pada tanggal 9 November 2013 pukul 23.30.
Marizalita, H. (2013). Sistem Informasi Berbasis Komputer. http://henimarizalita.blogspot.com/2013/11/sistem-informasi-berbasis-komputerdan.html. Diakses pada tanggal 9 November 2013 pukul 14.30.
Uwam. (2012). Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer dengan Contoh Sistem Pakar. http://uwam.wordpress.com/2012/06/05/pengertian-sistem-informasi-berbasis-komputer-dengan-contoh-sistem-pakar/. Diakses pada tanggal 8 November 2013 pukul 11.30.

Hari ini…

Kemarin jadi hari ini,

Hari ini jadi Besok…

 

Sekarang dan nanti nggak sama. Ada perubahan di antara keduanya, atau setelahnya. Mungkin kamu sekarang masih ada di lembah, tapi nanti mungkin sampai di puncak bukit. Mungkin kamu berjalan menyusuri pasir yang basah di bibir pantai, bisa jadi nanti kamu sampai ke tanah tandus. Selama langkah terus berjalan dan waktu terus berputar, maka semuanya tidak akan sama.

 

Tapi siap kah kamu?

 

Rasanya nggak siap…

Aku banyak kehilangan di waktu lampau, sekarang aku mendapatkan beberapa dari waktu itu.

Aku belum puas. Aku belum siap. Di sini terlalu nyaman…

 

Hari ini seperti ini, besok masih belum tahu… Aku takut, tapi pasti aku akan siap. Aku akan tetap berjalan dalam putaran ini. Meskipun terpaksa, meskipun terseret…

 

Karena semuanya tetap berjalan. Berhenti berarti mati.